Dunia animasi Indonesia kembali bergairah dengan hadirnya WAINI Animation Festival Vol.5 yang akan digelar pada 21–23 Mei 2025 di Fakultas Seni Media Rekam, ISI Yogyakarta. Mengusung tema “Dreamscape” dan tagline “Animating Connection, One Story at a Time”, festival ini tak hanya menjadi ruang apresiasi karya animasi, namun juga wadah kolaborasi lintas komunitas dan lintas negara.
Dalam wawancara, Childvania Ariyus, selaku Program Director, menyampaikan bahwa edisi kelima ini merupakan babak baru dalam perjalanan WAINI. “Tahun ini untuk pertama kalinya kami membuka jalur submisi internasional. Ini bukan sekadar ekspansi skala, tapi juga cara kami membangun jembatan global bagi karya-karya lokal,” ujarnya.
WAINI Vol.5 mengajak publik menyelami dunia mimpi melalui berbagai format visual: mulai dari film animasi, ilustrasi, komik, game, hingga instalasi. Semua ditampilkan melalui program-program inklusif seperti pemutaran film, pameran, workshop, talkshow, live dubbing, hingga review portfolio oleh studio profesional seperti Dipadira Studio.
“Dreamscape bukan hanya soal fantasi visual. Ini tentang bagaimana imajinasi bisa menjadi jembatan kolaborasi antar pelaku kreatif,” ujar Childvania. Ia menekankan bahwa animasi adalah ruang pertemuan antara ekspresi personal dan dinamika industri, antara mahasiswa dan profesional, antara lokal dan global.
Festival Kolaboratif, Komunitas Jadi Motor Utama
Dengan semangat kolaboratif, WAINI Vol.5 bekerja sama dengan berbagai institusi pendidikan, studio, hingga komunitas dari berbagai kota di Indonesia. “Kami percaya bahwa pertumbuhan ekosistem animasi tidak bisa dikerjakan sendirian. Komunitas adalah nadi dari gerakan ini,” kata Childvania.
Diselenggarakan di berbagai ruang di lingkungan FSMR ISI Yogyakarta, berikut adalah program utama yang dapat dinikmati secara gratis dan terbuka untuk umum:
Pemutaran & Diskusi Film Animasi (Ruang AUVI, Dekanat FSMR ISI Yogyakarta)
- Layar Pembuka: Feature Animated Film dari IFI
- Layar Utama:
- Submisi Nasional
- Submisi Internasional
- Karya Mahasiswa Animasi ISI Yogyakarta
- Layar Kolaborasi: Road to CRAFT International Animfest 5th
- Layar Penutup: Film dari Studio Animasi Indonesia
Pameran Ilustrasi & Instalasi Visual (Galeri Pandeng ISI Yogyakarta)
- Karya Ilustrasi Terpilih (Submisi & Kolaborator)
- Instalasi seperti Light Box, Zoetrope, Flipbook, dan Claymotion
- Rimbun Project – eksplorasi seni lintas media
Pameran Game (Lantai 2 Dekanat FSMR ISI Yogyakarta)
- Game dari Gametech MMTC, ISI Yogyakarta, Amikom, dan Studio Yogyakarta
- Board Game interaktif karya siswa dan komunitas
KKM Storyline Showcase (Lantai 2 Dekanat FSMR)
- Ilustrasi, komik, dan majalah karya KKM Storyline
- Live sketch dari kreator komik
Talkshow Komik (Ruang AUVI)
- Diskusi seputar komik lokal dan proses kreatif para ilustrator
Workshop & Portfolio Review (Gedung Animasi & AUVI)
- Workshop animasi dan ilustrasi
- Sesi ulasan portofolio film animasi “JUMBO” bersama Dipadira Studio
Dub It Live (Ruang Rekaman Gedung Animasi)
- Sesi voice over langsung dari cuplikan film karya mahasiswa ISI Yogyakarta
Bazar UMKM & Komunitas (Taman FSMR dan Stage Beton FSMR)
- Menampilkan produk lokal, karya kreatif komunitas, dan pertunjukan musik
Pra-Acara: ANIMATOUR Menjangkau Nusantara
Menjelang acara utama, WAINI telah menyelenggarakan Animatour. Rangkaian pra-event berupa screening, workshop, dan kolaborasi kreatif di lebih dari 10 lokasi, mulai dari SMKN Telkom Bandung hingga UGM dan MMTC. Ini adalah cara WAINI membawa animasi langsung ke tengah masyarakat.
“Animatour kami rancang agar semangat WAINI bisa menjangkau lebih banyak ruang, dari sekolah ke stasiun, dari kampus ke ruang publik. Karena animasi layak hadir di mana pun,” ujar Childvania.

SMKN Telkom Bandung

SMKN 11 Semarang
Jumlah Submisi Mencetak Rekor Baru
Tahun ini, WAINI menerima total 130 film animasi, 73 dari Indonesia dan 57 dari luar negeri—serta 496 karya ilustrasi dari berbagai wilayah. Capaian ini menunjukkan antusiasme luar biasa dari kreator muda, sekaligus memperkuat posisi WAINI sebagai festival animasi non-kompetisi yang dinamis dan terbuka.
“Kurasi kami lakukan secara ketat tapi tetap inklusif. Kami ingin setiap karya yang ditayangkan memiliki nilai edukatif, kontekstual, dan berani dalam bercerita,” jelas Childvania. Kurator film dan ilustrasi yang dilibatkan pun berasal dari latar belakang profesional yang kredibel. Diantaranya:
Kurator Film Animasi:
○ Nissa Fijriani, S.Sn., M.Sn. (Dosen Animasi ISI Yogyakarta)
○ Kusmalida Puspaningbudi (Filmmaker, Programmer Animasi Club)
○ Yudhatama Tama (Founder Manimonki Studio)
● Kurator Ilustrasi:
○ Andi Abin (Maraya Story Lab PICTURES)
○ Angga Yuniar Santosa (Illustrator Profesional)
○ Lily Elserisa, M.Sn. (Dosen Desain Komunikasi Visual ISI Yogyakarta)