MTN Seni Budaya Dorong Animator Muda Eksplor Budaya, Emosi, dan Eksperimen di Beyond Motion, Craft International Animation Festival

Banyak talenta muda di bidang animasi memiliki ide, semangat, dan kemampuan luar biasa, namun seringkali bingung harus mulai dari mana. Akses terhadap mentor, fasilitas, dan peluang yang masih terbatas, sehingga potensi besar yang dimiliki belum sepenuhnya berkembang. 

Mereka membutuhkan ruang untuk belajar, bereksperimen, dan terhubung dengan ekosistem kreatif yang bisa menuntun mereka menemukan arah dan identitas sebagai animator Indonesia.

Untuk menjawab tantangan ini, Manajemen Talenta Nasional (MTN) Seni Budaya bekerja sama dengan CRAFT International Animation Festival (Craft Animfest) menghadirkan program “Beyond Motion”, sebuah ruang belajar dan kolaborasi yang memadukan keterampilan, budaya, dan visi masa depan animasi Indonesia.

CRAFT, sebagai festival animasi internasional berbasis kerajinan tangan pertama di Asia Tenggara, membawa semangat eksplorasi khas Kota Yogyakarta yang lekat dengan kreativitas dan warisan budaya visual.

Lebih dari sekadar ajang pemutaran film, CRAFT menjadi ruang eksperimental tempat seniman, animator, dan pengrajin bertemu, dan mengolah tradisi menjadi medium visual baru yang segar dan relevan dengan zaman.

Sementara MTN Seni Budaya hadir sebagai sistem pembinaan yang terarah dan inklusif di bawah naungan Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi (Kemendikbud Ristek), untuk memastikan talenta kreatif Indonesia memiliki akses, mentor, dan jaringan yang berkelanjutan.

Ketika keduanya berkolaborasi, terbentuklah ruang eksplorasi kreatif  yang bukan hanya teknis semata, tapi juga konseptual: mengajak animator muda berpikir tentang makna di balik gerak, akar budaya di balik karakter, dan jiwa di balik teknologi.

Menghidupkan Gerak, Menjaga Budaya

Beyond Motion memiliki makna bahwa animasi bukan hanya tentang gambar yang bergerak, tetapi juga tentang bagaimana ide dan nilai budaya ikut “bergerak” di dalamnya. 

“Teori-teori animasi barat sangat lekat pada metode, struktur keilmuan akademis, dan cenderung kaku. Sementara, animasi lahir dari ide-ide “out of the box” yang seringkali spontan dan tanpa orkestrasi kaku. Animasi bersifat cair dan bisa tercipta karena pendekatan ruang dan ketidaksengajaan yang artistik. Beyond motion bukan metode kaku tersebut, program ini adalah titik temu guna merangsang potensi-potensi kreatif para kreator yang selama ini mungkin saja terpendam dan masih keluar malu-malu”. ~Hizkia Subiyantoro

Istilah ini menggambarkan semangat untuk melampaui gerakan teknis semata, karena animasi sejatinya adalah cara untuk menjiwai cerita dan menghadirkan emosi lewat visual.

Belajar dari Praktisi: Menghidupkan Cerita dari Akar Budaya

Program “Beyond Motion” terdiri atas dua sesi utama: workshop “Wayang Lostang” bersama Samuel Indratma dan masterclass “The Grand Mother” bersama Julia Hazuka.

Pelaksanaan program berlangsung pada 1 November 2025 dan terbagi dalam dua sesi yaitu pukul 09.30–11.30 WIB dan 12.30–14.30 WIB, di Studio Kalahan, Yogyakarta.

Melalui “Wayang Lostang,” peserta akan melihat bagaimana karya bisa lahir dari pertemuan antara tradisi dan eksperimen  seni rupa, musik, hingga animasi. 

Samuel mengajak peserta memahami bahwa inspirasi bisa ditemukan di sekitar, di dalam kolaborasi dan keberagaman praktik seni.

Sementara Julia Hazuka, lewat “The Grand Mother,” memperlihatkan bagaimana mitologi dan folklore dapat diolah menjadi film animasi yang menyentuh emosi manusia universal. 

Dari karyanya, peserta bisa belajar bahwa animasi bisa menjadi cara baru untuk menjaga warisan budaya tak hanya milik Eropa, tapi juga bisa diadaptasi oleh Indonesia dengan kekayaan lokalnya.

Pendekatan ini sejalan dengan semangat MTN Seni Budaya: membentuk talenta yang mandiri, kritis, dan berakar pada budaya lokal.

MTN Seni Budaya: Buka Jalur Talenta Animasi Muda

Salah satu kekuatan MTN Seni Budaya adalah sistem pembibitan, yang menjadi langkah awal untuk memetakan potensi dan memberikan pendampingan bagi talenta seni di seluruh Indonesia.

Dalam konteks animasi, sistem ini membantu menemukan bakat-bakat baru yang belum terjangkau industri, lalu membekali mereka dengan keterampilan dasar dan arah pengembangan yang jelas.

CRAFT dan MTN percaya bahwa masa depan animasi Indonesia tidak ditentukan oleh seberapa cepat gerakannya, melainkan seberapa dalam akarnya.

Ketika talenta muda diberi ruang untuk bereksperimen, belajar dari budaya sendiri, dan terhubung dengan mentor profesional, di situlah lahir gerak baru gerak yang melampaui batas, dari lokal menuju global.

Kolaborasi ini diharapkan bukan hanya sekadar kegiatan tahunan, tetapi langkah strategis membangun jembatan antara dunia pendidikan, komunitas kreatif, dan industri.

Bagi animator muda, “Beyond Motion” bukan sekadar acara. Ini adalah undangan untuk bergabung dalam ekosistem yang lebih besar, ekosistem yang menghidupkan karya sebagai wujud identitas dan gerak budaya Indonesia.

Penulis

Desi Intan Sari

Divisi media & Publikasi 5th Craft Animfest 2025

Tulisan Lainnya

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You May Also Like